Latest Products

Warna Warni 467 Tahun Kota Semarang


Salam warna-warni!
Menyambut Hari Ulang Tahun ke- 467 Kota Semarang, WPAP Chapter Semarang mencoba memberikan sedikit kado bagi Kota Semarang berupa beberapa karya Wedha's Pop Art Potrait yang berisi beberapa bangunan bersejarah dan tokoh yang tinggal ataupun berhubungan dengan Kota Semarang. Sekiranya perjalanan hidup beberapa tokoh ini dapat menjadi inspirasi kita untuk terus berusaha dan berjuang membangun Kota Semarang.

Kreator : Muhammad Ridlo
Yohannes Christian John atau yang kita kenal dengan nama Chris John yang lahir di Jakarta, 14 September 1979 ini merupakan putra kedua dari empat bersaudara dari pasangan Johan Tjahjadi (alias Tjia Foek Sem) dan Maria Warsini. Ayah Chris John, Johan Tjahjadi yang mantan petinju amatir, melatih Chris John dan adiknya Adrian sejak mereka masih berusia dini, sekitar usia 5 tahun. Setelah bertanding dalam beberapa kejuaraan amatir di Banjarnegara, Chris John kemudian direkrut oleh pelatih tinju kenamaan, Sutan Rambing dan melakukan pelatihan tinju di Semarang. Alumni SMA Pancasila Semarang ini mengakhiri karirnya dengan meraih kemenangan sebanyak 48 kali (22 kali KO), 3 kali seri dan sekali kalah, yang kemudian membawanya pada keputusan untuk pensiun dari ring tinju yang disampaikannya di Jakarta, 19 Desember 2013 lalu. Kini ia tinggal bersama keluarganya di Semarang.
Kreator : Jaka Bohemian
Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin (lahir di Semarang, Jawa Tengah, 29 Februari 1936; umur 78 tahun) atau lebih dikenal dengan nama NH Dini adalah sastrawan, novelis, dan feminis Indonesia. Peraih penghargaan SEA Write Award di bidang sastra dari Pemerintah Thailand ini sudah telanjur dicap sebagai sastrawan di Indonesia, padahal beliau sendiri mengaku hanyalah seorang pengarang yang menuangkan realita kehidupan, pengalaman pribadi dan kepekaan terhadap lingkungan ke dalam setiap tulisannya. Beliau digelari pengarang sastra feminis. Pendiri Pondok Baca NH Dini di Sekayu, Semarang ini sudah melahirkan puluhan karya. Beliau senantiasa berpesan agar anak-anak muda sekarang banyak membaca dan tidak hanya keluyuran. Ia juga sangat senang kalau ada pemuda yang mau jadi pengarang, tidak hanya jadi dokter atau pedagang. Lebih baik lagi jika menjadi pengarang namun mempunyai pekerjaan lain. Kini NH Dini tinggal di Panti Wredha Langen Wedharsih, Ungaran.
Kreator : Jaka Bohemian
Raden Saleh Sjarif Boestaman, atau yang kita kenal dengan nama Raden Saleh adalah pelukis beretnis Jawa yang mempionirkan seni modern Indonesia. Lukisannya merupakan perpaduan romantisme yang sedang popiler di Eropa saat itu dengan elemen-elemen yang menunjukkan latar belakang Jawa sang Pelukis. Beliau lahir di Semarang yang saat itu masih dalam kekuasaan Hindia Belanda dan meninggal di Buitonzorg, Hindia Belanda. Raden Saleh terutama dikenang dengan lukisan historisnya, Penangkapan Pangeran Diponegoro, yang menggambarkan peristiwa penghianatan pihak Belanda kepata Pangeran Diponegoro yang mengahkiri Perang Jawa pada tahun 1830. Selama hidupnya banyak pejabat dan bangsawan Eropa yang mengagumi beliau, lukisannya dipesan oleh tokoh-tokoh seperti bangsawan Sachsen Coburg-Gotha, keluarga Ratu Victoria dan sejumlah jenderal seperti Johannes van den Bosch, Jean Chretien Baud dan Herman Willem Daendels.
Kreator : Jaka Bohemian
dr. Tjipto Mangoenkoesoemo (EYD: Cipto Mangunkusumo) (Pecangakan, Ambarawa, Semarang, 1886 – Jakarta, 8 Maret 1943) adalah seorang tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia. Bersama dengan Ernest Douwes Dekker dan Ki Hajar Dewantara ia dikenal sebagai "Tiga Serangkai" yang banyak menyebarluaskan ide pemerintahan sendiri dan kritis terhadap pemerintahan penjajahan Hindia Belanda. Beliau adalah tokoh dalam Indische Partij, suatu organisasi politik yang pertama kali mencetuskan ide pemerintahan sendiri di tangan penduduk setempat, bukan oleh Belanda. Pada tahun 1913 ia dan kedua rekannya diasingkan oleh pemerintah kolonial ke Belanda akibat tulisan dan aktivitas politiknya, dan baru kembali 1917. Karier Mangunkusumo diawali sebagai guru bahasa Melayu di sebuah sekolah dasar di Ambarawa, kemudian menjadi kepala sekolah pada sebuah sekolah dasar di Semarang dan selanjutnya menjadi pembantu administrasi pada Dewan Kota di Semarang. Berbeda dengan kedua rekannya dalam "Tiga Serangkai" yang kemudian mengambil jalur pendidikan, Cipto tetap berjalan di jalur politik dengan menjadi anggota Volksraad. Karena sikap radikalnya, pada tahun 1927 ia dibuang oleh pemerintah penjajahan ke Banda. Beliau wafat pada tahun 1943 dan dimakamkan di TMP Ambarawa.
Kreator : Ieu Abah
Oei Tiong Ham (bahasa Tionghoa 黄仲涵, Huáng Zhònghán; (Semarang, 1866–Singapura, 1924) adalah pendiri perusahaan multinasional pertama di Asia Tenggara dan orang terkaya pada zamannya di kawasan itu. Selain itu, ia adalah pemimpin masyarakat Tionghoa di Semarang dan belakangan juga dikenal sebagai Raja Gula Asia. pada saat sekarang grup bisnis ini berpusat di negeri Belanda dan dikelolah oleh anak bungsungnya yang bernama Oei Tjong Tjay bertempat tinggal di Switzerland. Keberhasilan Oei disebabkan oleh hubungannya yang baik dengan para penguasa kolonial Belanda. Selain itu ia pun adalah orang Tionghoa perantauan pertama yang mengenakan setelan pakaian barat. Ia meninggal dunia secara mendadak pada 6 Juni 1924 karena serangan jantung, dan ia meninggalkan harta yang jumlahnya sekitar 200 juta Gulden Belanda. Pada tahun 1961, pemerintah Indonesia menyita dan mengambil alih seluruh aset-aset Oei Tiong Ham Concern di Indonesia dan pada tahun 1964 dibentuk BUMN PT Rajawali Nusantara Indonesia untuk mengelola aset-aset tersebut.
Kreator : Muhammad Ridlo
Slamet Gundono (lahir di Slawi, Tegal, 19 Juni 1966 – meninggal di Kartasura, 5 Januari 2014 pada umur 47 tahun) adalah dalang wayang suket (wayang rumput) dan seniman Indonesia. Slamet Gundono lulus dari STSI pada tahun 1999. Pada tahun itu, ia mendirikan komunitas Sanggar Wayang Suket. Di sana, ia mengembangkan lebih jauh seni pewayangan, dengan memperkenalkan wayang dari bahan rumput dan menyajikan pertunjukan wayang yang keluar dari pakem yang telah baku. Karena itulah, meskipun awalnya banyak diprotes, dalang berbobot 150 kilogram ini menjadi ikon wayang suket. Ia telah menerima sejumlah penghargaan, seperti Penghargaan Prins Claus pada tahun 2005. Pada usia 47 tahun (2014), Slamet Gundono meninggal di RSI Yarsis, Pabelan, Kartasura, pada pukul 08.30, setelah dirawat selama beberapa hari karena komplikasi berbagai penyakit yang dideritanya. Jenazahnya dimakamkan di kota kelahirannya, Slawi. Beliau juga dikenal sebagai seniman yang aktif mendukung generasi muda dalam berkreasi dan berinovasi, dalam berbagai kesempatan beliau berkenan membagi ilmunya kepada komunitas utamanya theater di Semarang dan berkenan menyuguhkan penampilannya di Acara Tugu yang diselenggarakan oleh Komunitas Hysteria.


SPESIAL MEMPERINGATI HARI KARTINI 2014
Kreator : Wresta Permana
Raden Adjeng Kartini (lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879 – meninggal di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 pada umur 25 tahun) adalah seorang tokoh suku Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi. Beliau menikah dengan bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat pada tanggal 12 November 1903. Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka. Berkat kegigihannya Kartini, kemudian didirikan Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada 1912, dan kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah "Sekolah Kartini". Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis. Setelah Kartini wafat, Mr. J.H. Abendanon mengumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada teman-temannya di Eropa. Abendanon saat itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda. Buku itu diberi judul Door Duisternis tot Licht yang arti harfiahnya "Dari Kegelapan Menuju Cahaya". Buku kumpulan surat Kartini ini diterbitkan pada 1911. Buku ini dicetak sebanyak lima kali, dan pada cetakan terakhir terdapat tambahan surat Kartini yang selanjutnya di terbitkan dalam Bahasa Melayu pada tahun 1922 oleh Balai Pustaka dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang: Boeah Pikiran. Terbitnya surat-surat Kartini, seorang perempuan pribumi, sangat menarik perhatian masyarakat Belanda, dan pemikiran-pemikiran Kartini mulai mengubah pandangan masyarakat Belanda terhadap perempuan pribumi di Jawa. Pemikiran-pemikiran Kartini yang tertuang dalam surat-suratnya juga menjadi inspirasi bagi tokoh-tokoh kebangkitan nasional Indonesia, antara lain W.R. Soepratman yang menciptakan lagu berjudul Ibu Kita Kartini.



Pada usia yang ke 467 ini, semoga Kota Semarang dapat terus berkembang dan maju menjadi Kota yang aman, tertib, lancar, asri dan sehat. Tak lupa untuk para pemuda agar dapat terus berkarya mewarnai Semarang dengan prestasi. Salam Warna Warni Semarang!
- WPAP Chapter Semarang -






Salam warna-warni!
Menyambut Hari Ulang Tahun ke- 467 Kota Semarang, WPAP Chapter Semarang mencoba memberikan sedikit kado bagi Kota Semarang berupa beberapa karya Wedha's Pop Art Potrait yang berisi beberapa bangunan bersejarah dan tokoh yang tinggal ataupun berhubungan dengan Kota Semarang. Sekiranya perjalanan hidup beberapa tokoh ini dapat menjadi inspirasi kita untuk terus berusaha dan berjuang membangun Kota Semarang.

Kreator : Muhammad Ridlo
Yohannes Christian John atau yang kita kenal dengan nama Chris John yang lahir di Jakarta, 14 September 1979 ini merupakan putra kedua dari empat bersaudara dari pasangan Johan Tjahjadi (alias Tjia Foek Sem) dan Maria Warsini. Ayah Chris John, Johan Tjahjadi yang mantan petinju amatir, melatih Chris John dan adiknya Adrian sejak mereka masih berusia dini, sekitar usia 5 tahun. Setelah bertanding dalam beberapa kejuaraan amatir di Banjarnegara, Chris John kemudian direkrut oleh pelatih tinju kenamaan, Sutan Rambing dan melakukan pelatihan tinju di Semarang. Alumni SMA Pancasila Semarang ini mengakhiri karirnya dengan meraih kemenangan sebanyak 48 kali (22 kali KO), 3 kali seri dan sekali kalah, yang kemudian membawanya pada keputusan untuk pensiun dari ring tinju yang disampaikannya di Jakarta, 19 Desember 2013 lalu. Kini ia tinggal bersama keluarganya di Semarang.
Kreator : Jaka Bohemian
Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin (lahir di Semarang, Jawa Tengah, 29 Februari 1936; umur 78 tahun) atau lebih dikenal dengan nama NH Dini adalah sastrawan, novelis, dan feminis Indonesia. Peraih penghargaan SEA Write Award di bidang sastra dari Pemerintah Thailand ini sudah telanjur dicap sebagai sastrawan di Indonesia, padahal beliau sendiri mengaku hanyalah seorang pengarang yang menuangkan realita kehidupan, pengalaman pribadi dan kepekaan terhadap lingkungan ke dalam setiap tulisannya. Beliau digelari pengarang sastra feminis. Pendiri Pondok Baca NH Dini di Sekayu, Semarang ini sudah melahirkan puluhan karya. Beliau senantiasa berpesan agar anak-anak muda sekarang banyak membaca dan tidak hanya keluyuran. Ia juga sangat senang kalau ada pemuda yang mau jadi pengarang, tidak hanya jadi dokter atau pedagang. Lebih baik lagi jika menjadi pengarang namun mempunyai pekerjaan lain. Kini NH Dini tinggal di Panti Wredha Langen Wedharsih, Ungaran.
Kreator : Jaka Bohemian
Raden Saleh Sjarif Boestaman, atau yang kita kenal dengan nama Raden Saleh adalah pelukis beretnis Jawa yang mempionirkan seni modern Indonesia. Lukisannya merupakan perpaduan romantisme yang sedang popiler di Eropa saat itu dengan elemen-elemen yang menunjukkan latar belakang Jawa sang Pelukis. Beliau lahir di Semarang yang saat itu masih dalam kekuasaan Hindia Belanda dan meninggal di Buitonzorg, Hindia Belanda. Raden Saleh terutama dikenang dengan lukisan historisnya, Penangkapan Pangeran Diponegoro, yang menggambarkan peristiwa penghianatan pihak Belanda kepata Pangeran Diponegoro yang mengahkiri Perang Jawa pada tahun 1830. Selama hidupnya banyak pejabat dan bangsawan Eropa yang mengagumi beliau, lukisannya dipesan oleh tokoh-tokoh seperti bangsawan Sachsen Coburg-Gotha, keluarga Ratu Victoria dan sejumlah jenderal seperti Johannes van den Bosch, Jean Chretien Baud dan Herman Willem Daendels.
Kreator : Jaka Bohemian
dr. Tjipto Mangoenkoesoemo (EYD: Cipto Mangunkusumo) (Pecangakan, Ambarawa, Semarang, 1886 – Jakarta, 8 Maret 1943) adalah seorang tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia. Bersama dengan Ernest Douwes Dekker dan Ki Hajar Dewantara ia dikenal sebagai "Tiga Serangkai" yang banyak menyebarluaskan ide pemerintahan sendiri dan kritis terhadap pemerintahan penjajahan Hindia Belanda. Beliau adalah tokoh dalam Indische Partij, suatu organisasi politik yang pertama kali mencetuskan ide pemerintahan sendiri di tangan penduduk setempat, bukan oleh Belanda. Pada tahun 1913 ia dan kedua rekannya diasingkan oleh pemerintah kolonial ke Belanda akibat tulisan dan aktivitas politiknya, dan baru kembali 1917. Karier Mangunkusumo diawali sebagai guru bahasa Melayu di sebuah sekolah dasar di Ambarawa, kemudian menjadi kepala sekolah pada sebuah sekolah dasar di Semarang dan selanjutnya menjadi pembantu administrasi pada Dewan Kota di Semarang. Berbeda dengan kedua rekannya dalam "Tiga Serangkai" yang kemudian mengambil jalur pendidikan, Cipto tetap berjalan di jalur politik dengan menjadi anggota Volksraad. Karena sikap radikalnya, pada tahun 1927 ia dibuang oleh pemerintah penjajahan ke Banda. Beliau wafat pada tahun 1943 dan dimakamkan di TMP Ambarawa.
Kreator : Ieu Abah
Oei Tiong Ham (bahasa Tionghoa 黄仲涵, Huáng Zhònghán; (Semarang, 1866–Singapura, 1924) adalah pendiri perusahaan multinasional pertama di Asia Tenggara dan orang terkaya pada zamannya di kawasan itu. Selain itu, ia adalah pemimpin masyarakat Tionghoa di Semarang dan belakangan juga dikenal sebagai Raja Gula Asia. pada saat sekarang grup bisnis ini berpusat di negeri Belanda dan dikelolah oleh anak bungsungnya yang bernama Oei Tjong Tjay bertempat tinggal di Switzerland. Keberhasilan Oei disebabkan oleh hubungannya yang baik dengan para penguasa kolonial Belanda. Selain itu ia pun adalah orang Tionghoa perantauan pertama yang mengenakan setelan pakaian barat. Ia meninggal dunia secara mendadak pada 6 Juni 1924 karena serangan jantung, dan ia meninggalkan harta yang jumlahnya sekitar 200 juta Gulden Belanda. Pada tahun 1961, pemerintah Indonesia menyita dan mengambil alih seluruh aset-aset Oei Tiong Ham Concern di Indonesia dan pada tahun 1964 dibentuk BUMN PT Rajawali Nusantara Indonesia untuk mengelola aset-aset tersebut.
Kreator : Muhammad Ridlo
Slamet Gundono (lahir di Slawi, Tegal, 19 Juni 1966 – meninggal di Kartasura, 5 Januari 2014 pada umur 47 tahun) adalah dalang wayang suket (wayang rumput) dan seniman Indonesia. Slamet Gundono lulus dari STSI pada tahun 1999. Pada tahun itu, ia mendirikan komunitas Sanggar Wayang Suket. Di sana, ia mengembangkan lebih jauh seni pewayangan, dengan memperkenalkan wayang dari bahan rumput dan menyajikan pertunjukan wayang yang keluar dari pakem yang telah baku. Karena itulah, meskipun awalnya banyak diprotes, dalang berbobot 150 kilogram ini menjadi ikon wayang suket. Ia telah menerima sejumlah penghargaan, seperti Penghargaan Prins Claus pada tahun 2005. Pada usia 47 tahun (2014), Slamet Gundono meninggal di RSI Yarsis, Pabelan, Kartasura, pada pukul 08.30, setelah dirawat selama beberapa hari karena komplikasi berbagai penyakit yang dideritanya. Jenazahnya dimakamkan di kota kelahirannya, Slawi. Beliau juga dikenal sebagai seniman yang aktif mendukung generasi muda dalam berkreasi dan berinovasi, dalam berbagai kesempatan beliau berkenan membagi ilmunya kepada komunitas utamanya theater di Semarang dan berkenan menyuguhkan penampilannya di Acara Tugu yang diselenggarakan oleh Komunitas Hysteria.


SPESIAL MEMPERINGATI HARI KARTINI 2014
Kreator : Wresta Permana
Raden Adjeng Kartini (lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879 – meninggal di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 pada umur 25 tahun) adalah seorang tokoh suku Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi. Beliau menikah dengan bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat pada tanggal 12 November 1903. Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka. Berkat kegigihannya Kartini, kemudian didirikan Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada 1912, dan kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah "Sekolah Kartini". Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis. Setelah Kartini wafat, Mr. J.H. Abendanon mengumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada teman-temannya di Eropa. Abendanon saat itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda. Buku itu diberi judul Door Duisternis tot Licht yang arti harfiahnya "Dari Kegelapan Menuju Cahaya". Buku kumpulan surat Kartini ini diterbitkan pada 1911. Buku ini dicetak sebanyak lima kali, dan pada cetakan terakhir terdapat tambahan surat Kartini yang selanjutnya di terbitkan dalam Bahasa Melayu pada tahun 1922 oleh Balai Pustaka dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang: Boeah Pikiran. Terbitnya surat-surat Kartini, seorang perempuan pribumi, sangat menarik perhatian masyarakat Belanda, dan pemikiran-pemikiran Kartini mulai mengubah pandangan masyarakat Belanda terhadap perempuan pribumi di Jawa. Pemikiran-pemikiran Kartini yang tertuang dalam surat-suratnya juga menjadi inspirasi bagi tokoh-tokoh kebangkitan nasional Indonesia, antara lain W.R. Soepratman yang menciptakan lagu berjudul Ibu Kita Kartini.



Pada usia yang ke 467 ini, semoga Kota Semarang dapat terus berkembang dan maju menjadi Kota yang aman, tertib, lancar, asri dan sehat. Tak lupa untuk para pemuda agar dapat terus berkarya mewarnai Semarang dengan prestasi. Salam Warna Warni Semarang!
- WPAP Chapter Semarang -





Detail
 
Support : Ooiya! | WPAP COMMUNITY |
Copyright © 2013 - Sekarang. wpapedit - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Proudly powered by Blogger